
jadilah gw gelap2an dirumah.. awalnya sampe sktr jam 8 mlm blom bgtu terasa gelapnya, gw ama kluarga yg lain msh pd ngobrol diteras rumah pke penerangan lilin. tp stlh satu-persatu pd masuk kamar, baru dh berasa suasana kampungnya.. bayangin aja, namanya didesa tanpa mati lampu aja udh gelap aplg pke mati lampu?! ditambah udara dingin dan suara2 anjing dijalan bikin suasana makin gk tenang! well, smpe jam 2 pagi saat listrik br nyala lg gw cm ditemenin sm HP+smsan doang..
tp crita gk sampe disitu aja, besoknya hr minggu gw balik kekosan dan mendapati kosan kena giliran pemadaman listrik.. yahh tadinya gw mau tenang2 dikosan malah dipaksa pergi lg drpd gw cm bengong didalem kmr yg super panas krn denpasargie ngalamin global warming lokal!!
2 hari berturut2 gw kena pemadaman.. hhu..
klo diliat dr alasan knp PLN bikin pemadaman listrik bergilir ini emg cukup bisa dimengerti.. PLN melalui dirut Edy Widiono mengatakan, bahwa saat ini terjadi kelebihan beban di pembangkit listrik suralaya yg memasok listrik jawa-bali. pendapat berbeda disampainkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, "Pemadaman listrik se Jawa-Bali diakibatkan oleh gangguan interkoneksi 500KV jalur utara. PLN saat ini masih terus mencari titik gangguan kerusakan dijalur Interkoneksi." (http://www.tempointeractive.com/hg/ekbis/2005/08/18/brk,20050818-65438,id.html).
tapi dari alasan2 itu, kita jg bisa menarik kesimpulan bahwa PLN kurang siap mengakomodir kebutuhan masyarakat akan tenaga listrik yg diperlukan dlm kehidupan sehari-hari. bukan cm masyarakat, namun sektor bisnis pun terganggu terutama dibali yg sangat mengandalkan bisnis pariwisata dan perhotelan. dimana listrik menjadi sumber enting dalam menjalankan usahanya.,
salah satu contohnya adalah keluhan dr seorang bapak spt dikutip dalam http://www.konsumen.org/listrik-di-bali/ :
"Pagi ini saya dibangunkan istri saya karena kebingungan masalah listrik. Saya coba cari penyebabnya dan saya temukan tegangan listriknya drop luar biasa. Saya langsung matikan pusat listriknya untuk mencegah kerusakan alat-alat elektronik di rumah kami.
Setelah mengetahui keadaannya, saya segera menelepon Call Center PLN, dan dijawab dengan ringan:
Ya pak, banyak koq yang kena (bukan bapak saja), kami sedang perbaiki.
Iya tau, karena listrik adalah kebutuhan rakyat banyak, ya jelas kalau pasokan listrik bermasalah ya banyak yang kena! Jawabannya pintar sekali.
Masalahnya bukan apa-apa, listrik di Bali itu bermasalah terus. Dalam sebulan ada saja 1 kali mati listrik di kantor atau di rumah. Setahu saya, ini sudah berjalan 6 tahun (kemungkinan besar lebih!), dan tidak pernah ada solusinya. Saya sering dengar isu dan permasalahan listrik ini di Bali, penyebabnya, dan mengapa masalah ini tidak pernah selesai. Ok lah, mungkin tidak semudah itu penyelesaiannya, saya terpaksa mencoba untuk mengerti mungkin untuk beberapa tahun lagi.
Yang saya ngga suka dan membuat saya merasa dijajah adalah layanan dan penagihan. Dengan servis seburuk itu, PLN selalu mengejar-ngejar keluarga saya untuk membayar listrik. Kalau terlambat? DISEGEL!!! Lah, kalau mati lampu sering begitu, apa nilai yang mereka diberikan kepada pengguna? Ngga ada selain layanan yang sangat buruk.
Selain itu, entah karyawan atau setidaknya Call Center nya pusing karena seringkali menerima telepon komplen, jawaban mereka selalu ringan dan tidak menyelesaikan masalah. Konsumen (baca: rakyat) hanya disuruh menunggu. Ya memang, Call Center ngga akan bisa selesaikan masalah ini jika masalahnya infrastruktur. Tetapi, setidaknya Call Center bisa di training dan diperjelas fungsinya bahwa mereka itu adalah citra PLN (selain layanan yang buruk) dihadapan pelanggan? Melihat begini, ya jelas lah mengapa PLN rugi terus (mungkin benar, mereka perlu di restrukturisasi).
Yah sebagai konsumen, dalam kasus ini rakyat, saya cuma berharap mudah-mudahan persoalan ini cepat selesai. Sekali lagi, kalau perlu PLN harus di re-organisasi? Kalaupun tidak, ya saya kan hanya seorang konsumen."
waduh, pas nagih listrik mereka smangat, malah klo telat bayar bisa disegel or diputus.. tp knp justru mereka sendiri memadamkan listrik seenaknya?? kira2 spt itulah yg ditangkap dr keluhan masyarakat.oiya, masalah keluhan ini bahkan udh sampai menjalar kekomuitas pertemanan dunia maya, alias facebook.. disini masyarakat facebook membuat sebuah group yg diberi nama Gerakan 1.000.000 FACEBOOKERS menolak Pemadaman Listrik PLN. dari namanya aja udh terlihat klo si pembuat group inginmmenggalang dukungan masyarakat untuk menolak pemadaman listrik yg dilakukan oleh PLN.. dan saat gw buka groupnya, udh ada member sebanyak 3.852 orang yg rata2 membuat pernyataan menolak pemadaman dengan bahasa dan alasan masing2.. spt yg dikemukakan oleh suherman karama yg berkata bahwa "pemadaman listrik mematahkan smangat belajar anak-anak.."
beberapa komentar pengguna facebook tentang pemadaman listrik PLNhnm, kira2 itulah cerita tentang pengalaman gw n masyarakat lain yg berhubungan dengan fenomena pemadaman listrik yg lg ngetren akhir2 ini dan gk cuma terjadi dibali tp juga didaerah lainnya. smoga kedepannya baik PLN dan masyarakat bisa memenuhi kewajiban masing2 dari memberikan pelayanan listrik dan melakukan pembayaran listrik bagi masyarakat sehingga tercipta saling menguntungkan dan tidak lagi merugikan beberapa pihak..
HIDUP PLN !!! HIDUP MASYARAKAT !!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
jangan lupa di komen yaa :)